Senin, 21 September 2015

Materi Bahasa Indonesia Kelas 8 semster 1

Kaidah-Kaidah Penulisan Naskah Drama

Kaidah-Kaidah Penulisan Naskah Drama
Penulisan naskah drama harus memperhatikan struktur secara umum yang membangun sebuah naskah drama. Memahami struktur pembentuk naskah drama akan menuntun dan memberi gambaran kepada kamu bagaimana sebuah drama dapat diciptakan. struktur naskah drama itu meliputi:
a. Plot/alur
b. Penokohan dan perwatakan
c. Dialog (percakapan)
d. Setting (tempat, waktu dan suasana)
e. Tema (dasar cerita)
f. Amanat atau pesan pengarang
g. Petunjuk teknis/teks samping
Ingat, dalam naskah drama diperlukan teks samping. Teks samping berguna untuk petunujuk teknis tokoh, waktu, suasana, pentas, suara, musik, keluar masuk tokoh, keras lemahnya dialog, warna suara, dan sebagainya.
Cara membuat naskah drama: Buatlah draf awal dulu. Setelah draf awal sudah selesai baca sekali lagi dengan cermat. Perbaiki bagian-bagian yang dirasakan janggal, kurang pas, atau kurang serasi. Tulislah kembali naskah drama yang sudah disempurnakan menjadi naskah drama yang baik dan siap untuk diperankan. Selamat mencoba.

Prinsip dasar kata ulang yang harus dipahami:
a. Bentuk dasar kata ulang selalu terdapat dalam pemakaian bahasa sehari-hari yang wajar. Bentuk dasar kata ulang meneriak-meneriakan tidak mungkin meneriak, neriakkan, atau meneriak-neriak karena bentuk itu tidak wajar. Namun, meneriakkan, teriak, atau teriakan kemungkinan salah satu di antaranya dapat menjadi bentuk dasar kata ulang tersebut.
b. Arti bentuk dasar pada kata ulang selalu berhubungan dengan arti kata ulangnya. Kata ulang berjalan-jalan menyatakan makna kegiatan yang dilakukan dengan santai, tidak serius, dan seenaknya. Berdasarkan prinsip pertama, bentuk dasarnya adalah jalan, jalan-jalan, atau berjalan. Berdasarkan prinsip kedua, bentuk dasar yang tepat dari kata ulang
berjalan-jalan adalah berjalan.
c. Kelas kata bentuk dasar kata ulang itu sama dengan kelas kata pada kata ulangnya. Kata berjalan-jalan merupakan kata kerja dan ini sejalan dengan berjalan yang merupakan kata kerja.

Jenis Kata Ulang:

1. Kata Ulang Seluruh
Kata ulang seluruh ialah pengulangan bentuk dasar pada seluruh bagiannya, baik yang berupa kata asal maupun kata turunan.
Contoh : jalan > jalan-jalan
manis > manis-manis
perumahan> perumahan-perumahan
petani > petani-petani

2. Kata Ulang Berimbuhan
Kata ulang berimbuhan ialah kata ulang dari bentuk dasar yang diulang seluruh bagiannya dengan disertai pengimbuhan sekaligus. Jadi, pengimbuhannya tidak dilakukan pada bentuk dasarnya atau pengimbuhannya tidak terjadi lebih dulu, kemudian baru diulang
Contoh : kereta > kereta-keretaan
orang > orang-orangan
rumah > rumah-rumahan
Kata kereta-keretaan tidak mungkin terbentuk dari kereta, lalu keretaan, dan yang terakhir kereta-keretaan. Kata keretaan tidak kita temukan dalam pemakaian. Oleh karena itu, pembentukannya adalah kereta yang diulang langsung disertai imbuhan -an. Kedua kata yang
lainnya juga demikian.

3. Kata Ulang Sebagian
Kata ulang sebagian ialah pengulangan dilakukan pada sebagian bentuk dasar
Contoh : tangga > tetangga
tamu > tetamu
berjalan > berjalan-jalan
makanan > makan-makanan
Pada contoh kata ulang yang bentuk dasarnya kata asal, terlihat bahwa pengulangan itu berupa pengulangan suku kata. Namun, pada yang bentuk dasarnya berupa kata turunan, pengulangannya terjadi pada kata asalnya.
Kata makan-makanan, yang berarti ‘berbagai jenis makanan’, bukan makan sesuatu makanan, jelas berasal dari bentuk dasar makanan. Dengan demikian, bentukan tersebut kata ulang sebagian
(1) Di pasar itu tersedia sayur-sayuran segar. Kata sayur-sayuran berarti ‘bermacam-macam sayuran’, bukan ‘menyerupai sayur’. Karena itu, bentuk dasarnya adalah sayuran dan itu berarti kata ulang sebagian. Hal itu berbeda dengan yang terlihat pada (2) berikut.
(2) Adik membuat sayur-sayuran dari kertas bekas Pada butir (2) kata sayur-sayuran berasal dari bentuk dasar sayur yang diulang sekaligus mendapatkan imbuhan. Karena itu pada butir (2) adalah kata ulang berimbuhan.

4. Kata Ulang dengan Perubahan Bunyi
Kata ulang dengan perubahan bunyi ialah kata ulang dari bentuk dasar yang diulang seluruh bagiannya, yang mungkin pada konsonan atau vokalnya.
Contoh : gerak > gerak-gerik
balik > bolak-balik
sayur > sayur-mayur

Makna Pengulangan
Pengulangan memiliki makna sebagai berikut:
1. Menyatakan makna banyak: Buku-bukunya berserakan di lantai
2. Menyatakan makna banyak dari beraneka : Eni membeli buah-buahan di pasar buah
3. Menyatakan makna menyerupai/tiruan : Kuda-kudaan Irfan mulai rusak
4. Menyatakan makna perbuatan yang berulang-ulang: saat sakan pencandu narkoba menusuk-nusukan jarum ke tubuhnya.
5. Menyatakan saling: meraka bahu-membahu untuk membantu korban tsunami.
6. Menyatakan seenaknya: Dia hanya duduk-duduk sambil menanti azan magrib.
7. Menyatakan makna kebiasaan: Karang-mengarang merupakan bagian hidup novelis.
8. Menyatakan makna sangat: Diah berjalan cepat-cepat ke sekolah.
9. Menyatakan makna agak: Asti malu-malu mendekati meja guru.
10. Menyatakan makna paling: Adi bekerja dengan sebaik-baiknya.

Menggunakan Kata Serapan
Ada tiga kategori penyerapan istilah bahasa asing:
1. Unsur-unsur yang sudah lama terserap ke dalam bahasa Indonesia yang tidak perlu diubah ejaannya. Misal: iklan, otonomi, dan dongkrak
2. Unsur asing yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia dengan pengucapan mengikuti bahasa asing dan ejaannya juga seperti bahasa asing Misal: shuttle cock dan real estate
Unsur yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia.
Misal, seperti terlihat pada tabel di bawah ini:
Salah               Benar              Salah               Benar
ambulan           ambulans         kwalitas           kualitas
analisa             analisis             kwantitas         kuantitas
atlit                  atlet                 mass media      media massa
diagnosa          diagnosis         minimum         minimal
erobik              aerobik                        konggres         kongres
frekwensi        frekuensi         kondite            konduite
hipotesa           hipotesis          system             sistem
hirarki              hierarki           team                tim
legalisir            legalisasi          tradisionil        tradisional
obyektif           objektif            taxi                  taksi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar