el hakiem
al urwatul wustha
Rabu, 07 September 2016
Kamis, 16 Juni 2016
PROFIL
PONDOK PESANTREN AL URWATUL WUSTHA
A. Latar
Belakang Pendirian Pondok Pesantren
Puji syukur kita
panjatkan kehadirat Ilahi Rabbi yang telah mencurahkan segala kasih sayang-Nya,
Shalawat dan salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada Rasulullah SAW,
kepada para sahabatnya juga kepada segenap pengikut setia ajarannya, dan
mudah-mudahan sampailah kepada kita selaku umat terakhir pewaris risalah
perjuangan islam. Amiiin
Gus Dur (Abdurahman Wahid) mengatakan bahwa pondok Pesantren merupakan
subkultur dengan syarat : pertama, pola kepemimpinan Pondok Pesantren
yang mandiri tidak terkooptasi oleh negara; kedua, kitab-kitab rujukan
umum yang selalu digunakan dari berbagai abad dalam bentuk kitab kuning; dan tiga,
sistem nilai yang digunakan adalah bagian dari masyarakat.
Pondok Pesantren Al-Urwatul Wustha berdiri pada tahun 1981-an tepatnya
tanggal 5 Mei 1981 yang dipelopori oleh beberapa tokoh masyarakat yang berada
dilingkungan Kelurahan Mangkubumi yakni
K.H Lukman Hakim, H. Djadja (Alm), Omod (Alm) dan H Elon (alm). Saat ini
Pesantren Al-Urwatul Wustha dipimpin oleh K.H Lukman Hakim yang merupakan salah
satu dari pendiri pondok pesantren tersebut. Pondok Pesantren Al-Urwatul Wustha
terletak di Kp Gunung Kondang Kelurahan Mangkubumi Kecamatan Mangkubumi Kota
Tasikmalaya. Sebagaimana layaknya pesantren, di Pesantren Al Urwatul Wustha pun
memberikan materi-materi mengenai keagamaan khususnya keislaman yang biasa
dikenal dengan 12 pan ilmu agama Islam .
Berdirinya pondok pesantren ikut berperan aktif mewujudkan pembangunan
Nasional dalam bidang pendidikan terutama pembinaan mental spiritual, hal ini
demi membentuk manusia seutuhnya terciptanya insan Kamil dalam wadah Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
Diantara peran serta pesantren dalam kemajuan pendidikan di indonesia
adalah :
1. Pondok
pesantren adalah salah satu sarana pengembangan pendidikan keagamaan, tempat mengkaji
khazanah keislaman sekaligus media Pembina umat. Dengan demikian mendirikan
Pondok Pesantren berati ikut berpartisipasi aktif dalam program pemerintah
dalam membentuk manusia seutuhnya ( tercita insan kamil) dalam wadah kesatuan
Republik Indonesia.
2. Mendirikan
Pondok Pesantren di Gn. Kondang-Mangkubumi Kota Tasikmalaya adalah sangat
penting dan usaha positif yang sangat strategis untuk pembinaan umat.
Pondok pesantren
Al-urwatul Wustha yang bergerak dalam dunia pendidikan berusaha untuk tetap
eksis ditengah-tengah pergulatan social budaya yang cenderung menggiring
manusia kearah moral, namun tentunya semua itu tidak menyurutkan langkah untuk
senantiasa istiqomah dalam mengawal kesejahteraan melalui pemberdayan masyrakat dan pendidikan yang dilandasi dengan akhlakul karimah, ilmu, iman dan
taqwa.
Kewajiban kita sejatinya
sebagai umat muslim adalah memelihara tradisi lama yang baik, melahirkan
inovasi yang baru yang lebih baik agar mampu bertahan ditengah kondisi
masyarakat yang serba kompleks, untuk itu hal yang paling mendasar bagi kita
adalah mempersiapkan kader-kader generasi penerus bangsa yang integritas moral,
serta daya intelektual yang handal .
Sejalan dengan kemajuan zaman, munculnya ide-ide dan gagasan-gagasan
pembaharuan dalam bidang pendidikan dan pengetahuan di Indonesia, sarana pondok
pesantren merupakan salah satu perangkat penunjang peningkatan kualitas Sumber
Daya Manusia yang sangat tepat. Dengan demikian, eksistensi pondok pesantren
yang refresentatif baik fisik bangunan ataupun kurikulum merupakan kebutuhan
yang tidak dapat ditawar-tawar lagi pada saat ini.
Dalam mengemban misi mulia ini, tentu saja dunia pendidikan harus berbenah
diri, termasuk melengkapi orientasi pendidikan, selain untuk menghasilkan
manusia-manusia yang cerdas juga membentuk manusia-manusia yang kokoh
akidahnya, luhur moralitasnya dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan
masyarakat.
Menyadari adanya urgensi untuk menyelenggarakan pendidikan dengan format
yang tepat, dengan kesungguhan dan ketulusan mengayunkan langkah untuk
berkifrah dalam dunia pendidikan kiranya tidak berlebihan tokoh masyarakat yang
ada di sekitar bermaksud mendirikan yayasan dengan nama YAYASAN PONDOK
PESANTREN AL URWATUL WUSTHA pada tahun 1997, dan Nama Yayasan di perbaharui
pada tahun 2011 dengan nama YAYASAN AL URWATUL
WUSTHA GUNUNGKONDANG:
Keberadaan Pondok Pesantren lebih merupakan
mitra sharing dan lebih difungsikan cawan, fasilitator dan ruang kreatifitas
masyarakat dan rumah bersama. Gagasan dasar tersebut kemudian dijabarkan dalam
kegiatan-kegiatan pengembangan kesadaran, wawasan, pengetahuan dan keterampilan
dalam rangka pemenuhan kebutuhan praktis dan strategis masyarakat. Pondok Pesantren Al Urwatul Wustha yang berkonsentrasi
gerakan dibidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi dan sosial kemasyarakatan.
Dengan harapan semoga apa yang telah kami laksanakan menjadi ladang amal
shaleh dan bernilai ibadah, senantiasa mendapat lindungan dan inayah Allah
Subahnahu Wata’ala. Amiin
B. VISI, MISI dan STRATEGI
1. VISI
“Menjadi lembaga
pendidikan berbasis kepesantrenan yang unggul dalam menghasilkan generasi yang
sholeh, Kuat dalam IMTAQ dan Berwawasan IPTEK, Mulia Dalam
Akhlaq, Istiqomah, Mandiri, Innovative dan Disiplin””
2. MISI
a.
Membentuk manusia dalam pembangunan
masyarakat seluruhnya yang menuju masyarakat madani.
b.
Mewujudkan tujuan pembangunan nasional dalam
bidang pendidikan terutama pembinaan mental spiritual, dengan ditegaskannya
supaya terus menerus ditambahnya sarana-sarana pendidikan yang diperlukan bagi
pembangunan dan pembinaan kehidupan keagamaan.
- Mengembangkan sistem pendidikan
yang berorientasi pada terciptanya generasi yang memiliki pemahaman syar’i
dan kompetensi di bidang sains dan teknologi
d.
Membina moral spiritual masyarakat melalui lembaga pendidikan dengan cara :
1.
Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara
efektif
2.
Mengoptimalkan segala potensi yang dimiliki untuk
diarahkan kepada pencapaian target pendidikan
3.
Menyelenggarakan
pendidikan Formal dan Non formal berbasis akhlakul karimah secara professional,
Inovatif, dan kompetitif agar proses pembelajaran efektif dan produktif untuk
meraih prestasi belajar yang menyenangkan dan memuaskan.
4.
Menciptakan iklim
belajar yang kondusif, sehat, kreatif, inovatif, dan kompetitif, guna mendorong
peserta didik meraih prestasi dengan Konsep Dasar Pemikiran Qur'ani (KDPQ),
Konsep Diri Pribadi Rasulullah (KDPR), Konsep Diri Prilaku Islam (KDPI)
C. Nama Lembaga
1.
Yayasan Penyelenggara : Yayasan Al Urwatul
Wustha Gunungkondang
2.
Nama Pondok Pesantren : Al Urwatul Wustha
3.
NSPP :
510032780027
4.
Berdiri Sejak Tahun : 1981
- Nama
Pimpinan :
KH. Lukman Hakim
- Alamat : Jl Jend. A.H
Nasution Kel. Mangkubumi
Kec. Mangkubumi Kota Tasikmalaya
- No.
Telp / HP : 085223026762
- Rekening
Lembaga :
a)
Nama Bank : BJB
b)
No. Rekening : 0015839058100
c)
Atas Nama : Yayasan Al Urwatul WusthaGunungkondang
9.
Akta Notaris : Emma Nurohima, SH.
SK. MENKEH NO.C. 151 HT
– 03.01/92
Nomor :
01
Tanggal/Bln/Tahun : 04 April 2011
SK
Kemenkumham : AHU-5070.AH.01.04.Tahun 2011
10. NPWP : 31.308.832.0-425-000
- Status Tanah : Wakaf
Bersertifikat
- Tanah Darat : 1.500
m2
- Tanah Kolam : 1000 m2
- Bangunan di atas tanah : 871 m2
D.
Fasilitas yang ada di lingkungan Pesantren Al Urwatul Wustha
v 2 (empat) Lokal Ruang Belajar Santri
v 1 (satu) Mesjid Jamie
v
1 (satu) unit
Sekretariat Pesantren Al Urwatul Wustha
v
1 (satu) unit Asrama santri putra
v
1 (satu) unit Asrama santri putri
v 1 (satu) unit Majelis Ta’lim Al Urwatul Wustha
v
WC Santri
v
WC Santriah
E.
Sumber Dana Pondok Pesantren Al Urwatul Wustha
v Swadaya Murni
Masyarakat
v Bantuan
Pemerintah Kota
v Bantuan
Pemerintah Provinsi
v Bantuan
Pemerintah Pusat
v
Bantuan lain yang halal
dan tidak mengikat
F.
Susunan Pengurus Pesantren Al Urwatul
Wustha Gunungkondang :
Pimpinan PP Al Urwatul Wustha : KH Lukman Hakim
Wk Pimpinan : K Zainal Musthafa
Dewan Kiayi : K.Dani Abdurrahman,
Cecep Firmansyah,
K.
Muhamad Darsa
Rois ’Am : Usep Qudrotulloh
Senin, 21 September 2015
SURAT (Bahasa Indonesia 8 Smt 1)
SURAT
1. Membedakan Surat Dinas dengan Surat
Pribadi
Kegiatan 1
Perhatikan contoh surat berikut ini!
Contoh 1
Tasikmalaya, 15
Agustus 2015
Menjumpai sahabatku
Di Tasikmalaya
Salam rindu,
Halo Adi, bagaimana
keadaanmu sekarang? Mudah-mudahan kau
dan keluargamu
sehat-sehat saja. Aku dan keluargaku di Tasikmalaya juga
sehat selalu.
Sudah lama kamu
tidak memberi kabar kepadaku. Apa kau sudah
lupa denganku? Aku
harap tidak. Kapan kamu akan pergi ke Tasikmalaya lagi?
Aku kangen dapat
bermain bersamamu lagi seperti ketika kita masih
di SD dulu. Aku
sangat merindukan kedatanganmu.
Salam hormatku
untuk kedua orang tuamu.
Sahabatmu
Anjung
Contoh 2
ORGANISASI SISWA
INTRA SEKOLAH (OSIS)
SMP TERPADU AL
URWATUL WUSTHA
Jl Jend AH Nasution
Gunungkondang Mangkubumi
Kode Pos 46181
No : 02/I/OSIS/06 16 Januari 2015
Hal : Permohonan Izin Studi Banding
Yth. Kepala SMPN 1 Tasikmalaya
Tasikmalaya
Dengan hormat,
Dengan ini kami beritahukan bahwa pengurus OSIS SMP Terpadu A
Urwatul Wustha Tasikmalaya bermaksud
mengadakan studi banding ke SMPN 1 Tasikmalaya . Kegiatan ini rencananya akan
kami laksanakan pada,
Hari : Senin
Tanggal : 13
Februari 2015
Waktu : Pukul 08.00
s.d. 13.00 WIB
Jumlah peserta : 15
orang siswa dan 3 guru pembimbing
Sehubungan dengan kegiatan tersebut, kami berharap Bapak/Ibu
Kepala Sekolah berkenan
menerima kedatangan kami. Agar kegiatan yang kami rencanakan dapat
berjalan sesuai dengan yang kami rencanakan, kami tunggu surat balasan
Bapak/Ibu.
Atas perhatian dan kerja sama yang baik ini, kami ucapkan terima
kasih.
Ketua OSIS SMP TERPADU AL URWATUL WUSTHA
Sekretaris
ttd ttd
Zaid
Mengetahui
Kepala Sekolah
ttd
Cecep Firmansyah, S.PdI
NIP 132187427
Tembusan:
1. Yth. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat
2. Yth. Kepala Dinas
Pendidikan Kota Tasikmalaya
Kegiatan 2
Agar kamu dapat membedakan antara surat pribadi dan surat dinas,
lakukan kegiatan-kegiatan berikut ini!
1. Bentuklah kelompok diskusi yang terdiri atas 4 atau 5 orang.
2. Diskusikan dalam kelompokmu perbedaan antara surat pribadi
dengan
surat dinas dengan mencermati kedua contoh surat di atas!
3. Tuliskan hasil diskusi seperti kolom berikut ini!
No Bagian Surat Contoh 1 Contoh 2
1 Kop Surat/ Kepala Surat tidak ada Ada
2 Tanggal Surat Ada Ada
3 Nomor Surat tidak ada Ada
4 Lampiran tidak ada Ada
5 Perihal tidak ada Ada
6 Alamat Surat Ada Ada
7 Salam Pembuka Ada Ada
8 Isi Surat (Pendahuluan, Isi,Penutup) Ada ada
9 Salam Penutup Ada ada
10 Pengirim Ada ada
11 Tembusan Tidak Ada Ada
4. Berdasarkan hasil diskusi jelaskan perbedaan antara surat
pribadi dansurat resmi!
5. Bagaimana ragam bahasa yang digunakan dalam surat pribadi
dandalam surat resmi?
Format Surat Resmi
Ada beberapa format surat resmi, yaitu:
a. Format lama setengah lurus (Contoh I)
b. Format baru setengah lurus (Contoh II)
c. Format baru lurus (Contoh III)
Contoh I
Kepala Surat
Nomor : Tanggal
Lampiran :
Hal :
Yth. ………..
…..……
Alamat
Salam pembuka
…………………………… paragraf
………………………………….. pembuka
……………………………
………………………………….. paragraf
…………………………... isi
surat
………………………………….. paragraf
………………………………….. penutup
Salam penutup
Jabatan
Tanda tangan
Nama terang
NIP (bila ada)
Tembusan :
Contoh II
Kepala Surat
Nomor : Tanggal
Lampiran :
Hal :
Yth. ………..
…..…….......
Alamat
Salam pembuka
…………………………… paragraf
………………………………….. pembuka
……………………………
………………………………….. paragraf
…………………………... isi
surat
………………………………….. paragraf
………………………………….. penutup
Salam penutup
Jabatan
Tanda tangan
Nama terang
NIP (bila ada)
Tembusan :
Contoh III
Kepala Surat
Nomor : Tanggal
Lampiran :
Hal :
Yth. ………..
…..…….......
Alamat
Salam pembuka
…………………………… paragraf
………………………………….. pembuka
……………………………
………………………………….. paragraf
…………………………... isi
surat
………………………………….. paragraf
………………………………….. penutup
Salam penutup
Jabatan
Tanda tangan
Nama terang
NIP (bila ada)
Tembusan :
Bagian-Bagian Surat Dinas
Dengan memperhatikan contoh-contoh di atas, kamu dapat menyimpulkan
bagaimana cara menulis surat resmi, memahami ciri surat resmi, serta
bagian-bagian surat resmi. Bagian-bagian surat resmi secara terperinci adalah
sebagai berikut.
a. Kertas yang dipakai selalu kertas yang berkop atau berkepala
surat
b. Tanggal surat yang ditulis adalah tanggal, bulan, dan tahun
Hal ini berbeda dengan surat pribadi yang selalu mencantumkan
nama kota pengirim.
Mengapa nama tidak dicantumkan? Tentu karena sudah ada dalam kop surat
c. Nomor surat adalah nomor urut surat, identitas
lembaga/instansi, dan tahun surat
d. Lampiran bisa ada bisa juga tidak ada. Hal ini sesuai dengan
keperluan surat
e. Perihal surat berisi isi singkat maksud surat yang dikirim
f. Alamat surat diawali dengan sapaan yang terhormat ….. bukan
kepada yang terhormat
g. Salam pembuka bersifat tetap, yaitu Dengan hormat atau Salam pembuka yang
bersifat khusus, seperti Salam Pramuka, Salam Sejahtera, atau Assalamu’alaikum Wr.Wb.
h. Isi surat terbagi menjadi tiga bagian, yaitu pembuka, isi
surat, dan penutup
1) Paragraf pembuka
Penulis menggunakan kata pengantar untuk menarik perhatian penerima surat
terhadap gagasan yang akan diutarakan dalam inti surat.
Pembuka surat itu bervariasi, antara lain :
a) Dengan ini saya beritahukan bahwa ….
b) Dengan sangat menyesal saya beritahukan bahwa …..
c) Bersama surat ini saya kirimkan ….
d) Sehubungan dengan surat Saudara tertanggal ….
e) Untuk mejawab pertanyaan Saudara dalam surat tertanggal …..
2) Isi surat
Isi surat harus langsung pada sasaran dan jangan bertele-tele
3) Paragraf penutup
Dengan adanya penutup berarti pembicaraan sudah selesai Jika ada yang
terlupakan biasa juga ditambahkan (NOTE BENE = NB)
i. Salam penutup dapat berupa penanda tangan surat, dapat juga ditambahkan
salam-salam tertentu, seperti Salam Takzim, Hormat Kami,
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
Karena surat resmi menyangkut lembaga, organisasi, atau instansi tertentu, jangan
lupa bubuhkan stempel yang ada
j. Tembusan boleh ada, boleh tidak
Menulis Surat Dinas Berkenaan dengan
Kegiatan Sekolah dengan Sistematika yang Tepat dan Bahasa yang Baku
Kegiatan yang dilaksanakan di sekolah bermacam-macam.
Kegitankegiatan tersebut misalnya
studi banding, karya wisata, berkemah, lombalomba, hari jadi sekolah,
perpisahan kelas IX, dan lain-lain. Tidak jarang pelaksanaan kegiatan itu melibatkan pihak lain di luar sekolah.
Apabila suatu kegiatan melibatkan pihak lain, misalnya kegiatan
studi banding ke sekolah lain sebelumnya perlu adanya pemberitahuan ke sekolah yang
dituju melalui surat resmi atau surat dinas. Penulisan surat dinas sangat berbeda dengan surat
pribadi seperti telah dijelaskan di depan. Hal yang perlu diperhatikan
dalam menulis surat dinas secara garis besar meliputi sistematika surat,
unsur-unsur surat, dan ragam bahasa.
Langganan:
Postingan (Atom)