Senin, 21 September 2015

SURAT (Bahasa Indonesia 8 Smt 1)

SURAT

1. Membedakan Surat Dinas dengan Surat Pribadi
Kegiatan 1
Perhatikan contoh surat berikut ini!
Contoh 1
Tasikmalaya, 15 Agustus 2015
Menjumpai sahabatku
Di Tasikmalaya
Salam rindu,
Halo Adi, bagaimana keadaanmu sekarang? Mudah-mudahan kau
dan keluargamu sehat-sehat saja. Aku dan keluargaku di Tasikmalaya juga
sehat selalu.
Sudah lama kamu tidak memberi kabar kepadaku. Apa kau sudah
lupa denganku? Aku harap tidak. Kapan kamu akan pergi ke Tasikmalaya lagi?
Aku kangen dapat bermain bersamamu lagi seperti ketika kita masih
di SD dulu. Aku sangat merindukan kedatanganmu.
Salam hormatku untuk kedua orang tuamu.
Sahabatmu
Anjung
Contoh 2
ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH (OSIS)
SMP TERPADU AL URWATUL WUSTHA
Jl Jend AH Nasution Gunungkondang Mangkubumi
Kode Pos 46181
No : 02/I/OSIS/06                                                                                                        16 Januari 2015
Hal : Permohonan Izin Studi Banding
Yth. Kepala SMPN 1  Tasikmalaya
Tasikmalaya

Dengan hormat,
Dengan ini kami beritahukan bahwa pengurus OSIS SMP Terpadu A Urwatul Wustha Tasikmalaya  bermaksud mengadakan studi banding ke SMPN 1 Tasikmalaya . Kegiatan ini rencananya akan kami laksanakan pada,
Hari : Senin
Tanggal : 13 Februari 2015
Waktu : Pukul 08.00 s.d. 13.00 WIB
Jumlah peserta : 15 orang siswa dan 3 guru pembimbing
Sehubungan dengan kegiatan tersebut, kami berharap Bapak/Ibu Kepala Sekolah berkenan menerima kedatangan kami. Agar kegiatan yang kami rencanakan dapat berjalan sesuai dengan yang kami rencanakan, kami tunggu surat balasan Bapak/Ibu.
Atas perhatian dan kerja sama yang baik ini, kami ucapkan terima kasih.
Ketua OSIS SMP TERPADU AL URWATUL WUSTHA
Sekretaris
ttd ttd
Zaid
Mengetahui

Kepala Sekolah
ttd
Cecep Firmansyah, S.PdI
NIP 132187427
Tembusan:
1. Yth. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat
2. Yth. Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya
Kegiatan 2
Agar kamu dapat membedakan antara surat pribadi dan surat dinas,
lakukan kegiatan-kegiatan berikut ini!
1. Bentuklah kelompok diskusi yang terdiri atas 4 atau 5 orang.
2. Diskusikan dalam kelompokmu perbedaan antara surat pribadi dengan
surat dinas dengan mencermati kedua contoh surat di atas!
3. Tuliskan hasil diskusi seperti kolom berikut ini!
No Bagian Surat                                            Contoh 1                    Contoh 2
1 Kop Surat/ Kepala Surat                              tidak ada                     Ada
2 Tanggal Surat                                               Ada                             Ada
3 Nomor Surat                                                 tidak ada                     Ada
4 Lampiran                                                      tidak ada                     Ada
5 Perihal                                                          tidak ada                     Ada
6 Alamat Surat                                                Ada                             Ada
7 Salam Pembuka                                            Ada                             Ada
8 Isi Surat (Pendahuluan, Isi,Penutup)           Ada                             ada
9 Salam Penutup                                             Ada                             ada
10 Pengirim                                                     Ada                             ada
11 Tembusan                                                   Tidak Ada                   Ada

4. Berdasarkan hasil diskusi jelaskan perbedaan antara surat pribadi dansurat resmi!
5. Bagaimana ragam bahasa yang digunakan dalam surat pribadi dandalam surat resmi?

Format Surat Resmi
Ada beberapa format surat resmi, yaitu:
a. Format lama setengah lurus (Contoh I)
b. Format baru setengah lurus (Contoh II)
c. Format baru lurus (Contoh III)
Contoh I
Kepala Surat
Nomor :                                   Tanggal
Lampiran :
Hal :
Yth. ………..
…..……
Alamat
Salam pembuka
…………………………… paragraf
………………………………….. pembuka
……………………………
………………………………….. paragraf
…………………………... isi surat
………………………………….. paragraf
………………………………….. penutup
Salam penutup
Jabatan
Tanda tangan
Nama terang
NIP (bila ada)
Tembusan :

Contoh II
Kepala Surat
Nomor :                                   Tanggal
Lampiran :
Hal :
Yth. ………..
…..…….......
Alamat
Salam pembuka
…………………………… paragraf
………………………………….. pembuka
……………………………
………………………………….. paragraf
…………………………... isi surat
………………………………….. paragraf
………………………………….. penutup
Salam penutup
Jabatan
Tanda tangan
Nama terang
NIP (bila ada)
Tembusan :

Contoh III
Kepala Surat
Nomor :                                               Tanggal
Lampiran :
Hal :
Yth. ………..
…..…….......  
Alamat
Salam pembuka
…………………………… paragraf
………………………………….. pembuka
……………………………
………………………………….. paragraf
…………………………... isi surat
………………………………….. paragraf
………………………………….. penutup
Salam penutup
Jabatan
Tanda tangan
Nama terang
NIP (bila ada)
Tembusan :

Bagian-Bagian Surat Dinas
Dengan memperhatikan contoh-contoh di atas, kamu dapat menyimpulkan bagaimana cara menulis surat resmi, memahami ciri surat resmi, serta bagian-bagian surat resmi. Bagian-bagian surat resmi secara terperinci adalah sebagai berikut.
a. Kertas yang dipakai selalu kertas yang berkop atau berkepala surat
b. Tanggal surat yang ditulis adalah tanggal, bulan, dan tahun
Hal ini berbeda dengan surat pribadi yang selalu mencantumkan nama kota pengirim. Mengapa nama tidak dicantumkan? Tentu karena sudah ada dalam kop surat
c. Nomor surat adalah nomor urut surat, identitas lembaga/instansi, dan tahun surat
d. Lampiran bisa ada bisa juga tidak ada. Hal ini sesuai dengan keperluan surat
e. Perihal surat berisi isi singkat maksud surat yang dikirim
f. Alamat surat diawali dengan sapaan yang terhormat ….. bukan kepada yang terhormat
g. Salam pembuka bersifat tetap, yaitu Dengan hormat atau Salam pembuka yang bersifat khusus, seperti Salam Pramuka, Salam Sejahtera, atau Assalamu’alaikum Wr.Wb.
h. Isi surat terbagi menjadi tiga bagian, yaitu pembuka, isi surat, dan penutup
1) Paragraf pembuka
Penulis menggunakan kata pengantar untuk menarik perhatian penerima surat terhadap gagasan yang akan diutarakan dalam inti surat.
Pembuka surat itu bervariasi, antara lain :
a) Dengan ini saya beritahukan bahwa ….
b) Dengan sangat menyesal saya beritahukan bahwa …..
c) Bersama surat ini saya kirimkan ….
d) Sehubungan dengan surat Saudara tertanggal ….
e) Untuk mejawab pertanyaan Saudara dalam surat tertanggal …..
2) Isi surat
Isi surat harus langsung pada sasaran dan jangan bertele-tele
3) Paragraf penutup
Dengan adanya penutup berarti pembicaraan sudah selesai Jika ada yang terlupakan biasa juga ditambahkan (NOTE BENE = NB)
i. Salam penutup dapat berupa penanda tangan surat, dapat juga ditambahkan salam-salam tertentu, seperti Salam Takzim, Hormat Kami, Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
Karena surat resmi menyangkut lembaga, organisasi, atau instansi tertentu, jangan lupa bubuhkan stempel yang ada
j. Tembusan boleh ada, boleh tidak

Menulis Surat Dinas Berkenaan dengan Kegiatan Sekolah dengan Sistematika yang Tepat dan Bahasa yang Baku
Kegiatan yang dilaksanakan di sekolah bermacam-macam. Kegitankegiatan tersebut misalnya studi banding, karya wisata, berkemah, lombalomba, hari jadi sekolah, perpisahan kelas IX, dan lain-lain. Tidak jarang pelaksanaan kegiatan itu melibatkan pihak lain di luar sekolah.
Apabila suatu kegiatan melibatkan pihak lain, misalnya kegiatan studi banding ke sekolah lain sebelumnya perlu adanya pemberitahuan ke sekolah yang dituju melalui surat resmi atau surat dinas. Penulisan surat dinas sangat berbeda dengan surat pribadi seperti telah dijelaskan di depan. Hal yang perlu diperhatikan dalam menulis surat dinas secara garis besar meliputi sistematika surat, unsur-unsur surat, dan ragam bahasa.

Materi Bahasa Indonesia Kelas 8 semster 1

Kaidah-Kaidah Penulisan Naskah Drama

Kaidah-Kaidah Penulisan Naskah Drama
Penulisan naskah drama harus memperhatikan struktur secara umum yang membangun sebuah naskah drama. Memahami struktur pembentuk naskah drama akan menuntun dan memberi gambaran kepada kamu bagaimana sebuah drama dapat diciptakan. struktur naskah drama itu meliputi:
a. Plot/alur
b. Penokohan dan perwatakan
c. Dialog (percakapan)
d. Setting (tempat, waktu dan suasana)
e. Tema (dasar cerita)
f. Amanat atau pesan pengarang
g. Petunjuk teknis/teks samping
Ingat, dalam naskah drama diperlukan teks samping. Teks samping berguna untuk petunujuk teknis tokoh, waktu, suasana, pentas, suara, musik, keluar masuk tokoh, keras lemahnya dialog, warna suara, dan sebagainya.
Cara membuat naskah drama: Buatlah draf awal dulu. Setelah draf awal sudah selesai baca sekali lagi dengan cermat. Perbaiki bagian-bagian yang dirasakan janggal, kurang pas, atau kurang serasi. Tulislah kembali naskah drama yang sudah disempurnakan menjadi naskah drama yang baik dan siap untuk diperankan. Selamat mencoba.

Prinsip dasar kata ulang yang harus dipahami:
a. Bentuk dasar kata ulang selalu terdapat dalam pemakaian bahasa sehari-hari yang wajar. Bentuk dasar kata ulang meneriak-meneriakan tidak mungkin meneriak, neriakkan, atau meneriak-neriak karena bentuk itu tidak wajar. Namun, meneriakkan, teriak, atau teriakan kemungkinan salah satu di antaranya dapat menjadi bentuk dasar kata ulang tersebut.
b. Arti bentuk dasar pada kata ulang selalu berhubungan dengan arti kata ulangnya. Kata ulang berjalan-jalan menyatakan makna kegiatan yang dilakukan dengan santai, tidak serius, dan seenaknya. Berdasarkan prinsip pertama, bentuk dasarnya adalah jalan, jalan-jalan, atau berjalan. Berdasarkan prinsip kedua, bentuk dasar yang tepat dari kata ulang
berjalan-jalan adalah berjalan.
c. Kelas kata bentuk dasar kata ulang itu sama dengan kelas kata pada kata ulangnya. Kata berjalan-jalan merupakan kata kerja dan ini sejalan dengan berjalan yang merupakan kata kerja.

Jenis Kata Ulang:

1. Kata Ulang Seluruh
Kata ulang seluruh ialah pengulangan bentuk dasar pada seluruh bagiannya, baik yang berupa kata asal maupun kata turunan.
Contoh : jalan > jalan-jalan
manis > manis-manis
perumahan> perumahan-perumahan
petani > petani-petani

2. Kata Ulang Berimbuhan
Kata ulang berimbuhan ialah kata ulang dari bentuk dasar yang diulang seluruh bagiannya dengan disertai pengimbuhan sekaligus. Jadi, pengimbuhannya tidak dilakukan pada bentuk dasarnya atau pengimbuhannya tidak terjadi lebih dulu, kemudian baru diulang
Contoh : kereta > kereta-keretaan
orang > orang-orangan
rumah > rumah-rumahan
Kata kereta-keretaan tidak mungkin terbentuk dari kereta, lalu keretaan, dan yang terakhir kereta-keretaan. Kata keretaan tidak kita temukan dalam pemakaian. Oleh karena itu, pembentukannya adalah kereta yang diulang langsung disertai imbuhan -an. Kedua kata yang
lainnya juga demikian.

3. Kata Ulang Sebagian
Kata ulang sebagian ialah pengulangan dilakukan pada sebagian bentuk dasar
Contoh : tangga > tetangga
tamu > tetamu
berjalan > berjalan-jalan
makanan > makan-makanan
Pada contoh kata ulang yang bentuk dasarnya kata asal, terlihat bahwa pengulangan itu berupa pengulangan suku kata. Namun, pada yang bentuk dasarnya berupa kata turunan, pengulangannya terjadi pada kata asalnya.
Kata makan-makanan, yang berarti ‘berbagai jenis makanan’, bukan makan sesuatu makanan, jelas berasal dari bentuk dasar makanan. Dengan demikian, bentukan tersebut kata ulang sebagian
(1) Di pasar itu tersedia sayur-sayuran segar. Kata sayur-sayuran berarti ‘bermacam-macam sayuran’, bukan ‘menyerupai sayur’. Karena itu, bentuk dasarnya adalah sayuran dan itu berarti kata ulang sebagian. Hal itu berbeda dengan yang terlihat pada (2) berikut.
(2) Adik membuat sayur-sayuran dari kertas bekas Pada butir (2) kata sayur-sayuran berasal dari bentuk dasar sayur yang diulang sekaligus mendapatkan imbuhan. Karena itu pada butir (2) adalah kata ulang berimbuhan.

4. Kata Ulang dengan Perubahan Bunyi
Kata ulang dengan perubahan bunyi ialah kata ulang dari bentuk dasar yang diulang seluruh bagiannya, yang mungkin pada konsonan atau vokalnya.
Contoh : gerak > gerak-gerik
balik > bolak-balik
sayur > sayur-mayur

Makna Pengulangan
Pengulangan memiliki makna sebagai berikut:
1. Menyatakan makna banyak: Buku-bukunya berserakan di lantai
2. Menyatakan makna banyak dari beraneka : Eni membeli buah-buahan di pasar buah
3. Menyatakan makna menyerupai/tiruan : Kuda-kudaan Irfan mulai rusak
4. Menyatakan makna perbuatan yang berulang-ulang: saat sakan pencandu narkoba menusuk-nusukan jarum ke tubuhnya.
5. Menyatakan saling: meraka bahu-membahu untuk membantu korban tsunami.
6. Menyatakan seenaknya: Dia hanya duduk-duduk sambil menanti azan magrib.
7. Menyatakan makna kebiasaan: Karang-mengarang merupakan bagian hidup novelis.
8. Menyatakan makna sangat: Diah berjalan cepat-cepat ke sekolah.
9. Menyatakan makna agak: Asti malu-malu mendekati meja guru.
10. Menyatakan makna paling: Adi bekerja dengan sebaik-baiknya.

Menggunakan Kata Serapan
Ada tiga kategori penyerapan istilah bahasa asing:
1. Unsur-unsur yang sudah lama terserap ke dalam bahasa Indonesia yang tidak perlu diubah ejaannya. Misal: iklan, otonomi, dan dongkrak
2. Unsur asing yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia dengan pengucapan mengikuti bahasa asing dan ejaannya juga seperti bahasa asing Misal: shuttle cock dan real estate
Unsur yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia.
Misal, seperti terlihat pada tabel di bawah ini:
Salah               Benar              Salah               Benar
ambulan           ambulans         kwalitas           kualitas
analisa             analisis             kwantitas         kuantitas
atlit                  atlet                 mass media      media massa
diagnosa          diagnosis         minimum         minimal
erobik              aerobik                        konggres         kongres
frekwensi        frekuensi         kondite            konduite
hipotesa           hipotesis          system             sistem
hirarki              hierarki           team                tim
legalisir            legalisasi          tradisionil        tradisional
obyektif           objektif            taxi                  taksi