Senin, 21 September 2015

Bahasa indonesia kelas 8 Semester 1

Mengidentifikasi Unsur Intrinsik Teks Drama
1. Unsur Intrinsik Teks Drama
Sebagaimana teks prosa dan puisi, teks drama juga memiliki unsur-unsur intrinsik, yaitu unsur-unsur dari dalam yang membangun teks drama. Unsur-unsur intrinsik dalam teks dramameliputi judul, tema, penokohan, alur, konflik, dan amanat.
a. Judul
Judul merupakan kepala karangan.
b. Tema
Tema merupakan gagasan atau ide yang menjadi dasar penulisan naskah drama. Tema teks drama Sampuraga adalah sikap takabur dan lupa diri seseorang terhadap masa lalunya.
c. Penokohan
Penokohan atau karakterisasi adalah penggambaran watak tokoh dalam sebuah drama.Pengarang dapat menggambarkan watak tokoh baik secara langsung (tersurat) maupun tidak langsung (tersirat). Perhatikan contoh penggambaran watak tokoh Sampuraga dan ibunya secara langsung berikut ini.
Selain memiliki watak-watak yang positif tersebut, tokoh Sampuraga juga memiliki watak negatif. Watak tersebut digambarkan secara tersurat dan tersirat dalam naskah.
Penggambarannya secara tersurat dapat kamu lihat dalam ucapan Sampuraga berikut.
Tidak! Dia bukan Ibuku. Pergi! Tidak usah berpura-pura menjadi ibuku! Ibuku sudah meninggal bertahun-tahun yang lalu.
Adapun penggambaran watak negatif Sampuraga yang disampaikan secara tersirat, dapat kita simpulkan berdasarkan adegan-adegan. Misalnya, Sampuraga tetap meninggalkan ibunya yang berusaha mencegah kepergian Sampuraga ke Mandailing. Selanjutnya, Sampuraga yang telah sukses, ternyata malu mengakui ibunya. Hal ini menggambarkan bahwa kesuksesan telah membuatnya menjadi takabur dan durhaka kepada ibunya.
d. Latar
Latar atau setting merupakan keterangan mengenai ruang (tempat), waktu, dan suasana yang melatarbelakangi setiap adegan dalam teks drama. Deskripsi tentang latar biasanya ditampilkan pada bagian pembukaan setiap babak atau setiap adegan dalam teks drama.
Coba cermati sekali lagi penggambaran latar dalam teks drama Sampuraga berikut ini!
Meskipun hidup mereka kekurangan, mereka tidak pernah putus asa dan selalu rajin bekerja.
Panggung menggambarkan teras sebuah rumah bambu yang sederhana. Seorang anak laki-laki
sedang duduk termenung di sebuah bangku kayu. Seorang wanita yang sudah tua datang mendekatinya.
Berdasarkan bukti tekstual tersebut dapat disimpulkan bahwa latar teks drama Sampuraga pada adegan 1 adalah di teras sebuah rumah bambu.
e. Alur
Alur atau plot merupakan jalinan cerita atau rangkaian peristiwa dalam sebuah cerita.Berdasarkan kronologinya (urutan waktu), alur dapat dibedakan atas alur maju, alur mundur (flash back), dan alur campuran. Alur maju, yaitu apabila rangkaian peristiwa disusun dalam  urutan ruang dan waktu yang runtut dari awal hingga akhir. Alur mundur (flash back), yaitu apabila ada adegan ”kembali ke masa lalu”. Misalnya, jika ada salah satu tokoh membayangkan peristiwa yang pernah terjadi di masa lalu. Adapun alur campuran adalah gabungan dari alur maju dan alur mundur. Jika kita perhatikan dengan saksama, naskah drama Sampuraga menggunakan alur maju karena setiap adegan atau peristiwa bergerak secara kronologis dari awal hingga akhir.
f. Konflik
Konflik artinya pertentangan atau perselisihan paham. Secara garis besar, ada dua jenis konflik, yaitu konflik eksternal (luar) dan konflik internal (dalam). Konflik eksternal merupakan konflik yang terjadi antara seorang tokoh dan sesuatu yang ada di luar dirinya. Konflik eksternal dibagi menjadi dua, yakni konflik fisik dan konflik sosial. Konflik fisik merupakan konflik yang disebabkan adanya benturan antara tokoh dan lingkungan alam. Misalnya, konflik yang dialami seorang tokoh akibat adanya banjir besar. Konflik sosial merupakan konflik yang muncul akibat adanya kontak sosial antarmanusia. Misalnya, percekcokan, penindasan, dan lain-lain. Adapun konflik internal merupakan konflik yang terjadi dalam hati atau jiwa seorang tokoh sebagai permasalahan yang bersifat batiniah. Misalnya, pertentangan antara dua keinginan, keyakinan, pilihan yang berbeda, dan masalah kejiwaan lainnya. Setiap adegan dalam teks drama dapat menampilkan konflik yang berbeda-beda.
Perhatikan kutipan berikut ini!
Jika kita perhatikan dengan saksama, konflik yang terdapat dalam penggalan naskah tersebut termasuk konflik sosial karena menggambarkan kontak sosial antarmanusia, yaitu tokoh Sampuraga dengan ibunya. Sampuraga tidak mau mengakui ibunya sendiri.
g. Amanat
Amanat adalah pesan moral yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca. Dalam teks sastra lama, pengarang menyampaikan amanat secara langsung sehingga terkesan menggurui pembaca. Adapun dalam teks sastra modern, pengarang menyampaikan amanat secara tidak langsung (tersirat). Pembaca harus menemukan sendiri amanat yang terkandung di dalamnya.
Dalam teks drama, amanat dapat diketahui berdasarkan adegan atau dialog antartokoh. Sebuah teks drama dapat mengandung dua amanat atau lebih. Berikut ini merupakan salah satu contoh rumusan amanat dalam teks drama Sampuraga. Sampuraga : (Memandang Safira sambil menggelengkan kepala, lalu berkacak pinggang dengan raut wajah marah) Tidak! Dia bukan ibuku. Pergi! Tidak usah berpurapura menjadi ibuku! Ibuku sudah meninggal bertahun-tahun yang lalu! Seorang anak hendaknya berbakti kepada orang tua agar tidak dimurkai Tuhan.
2. Keterkaitan Antarunsur Intrinsik dalam Teks Drama
Unsur-unsur intrinsik dalam teks drama memiliki keterkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Judul, tema, penokohan, alur, konflik, dan amanat jalin-menjalin menjadi sebuah kesatuan teks yang utuh dan lengkap. Perhatikan keterkaitan antarunsur intrinsik dalam teks drama Sampuraga berikut ini!
Tokoh Sampuraga yang berwatak rajin bekerja, tidak pernah putus asa, bertekad mencari penghidupan yang lebih layak. Berkat ketekunan dan kepintarannya, akhirnya dia memperoleh
kesuksesan. Hal ini membuat majikannya yang bernama Juragan Pidoli terkesan sehingga mengangkatnya menjadi menantu. Namun, kesuksesan itu membuat Sampuraga menjadi takabur. Ia Pariwisata tidak mau mengakui ibunya yang miskin. Oleh karena kutukan ibunya, Sampuraga dan Dewi Safira berubah menjadi batu. Lewat kisah dalam drama ini penulis menyampaikan pesan

1. Unsur-Unsur Pementasan Drama
Unsur-unsur yang terdapat dalam pementasan drama, antara lain sebagai berikut.
a. Naskah
Naskah merupakan unsur utama dalam pementasan drama modern. Semua unsur pementasan yang digelar di atas panggung bersumber dari naskah. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan sutradara bersama pemain mengembangkan naskah lebih lanjut agar pementasan benar-benar menarik dan memikat.
b. Seni Peran
Seni peran berkaitan dengan kualitas pemeranan yang dilakukan oleh pemain. Kualitas pemeranan sangat ditentukan oleh kemampuan pemain dalam menghayati peran (tokoh) yang dimainkannya.
c. Tata Panggung
Dalam sebuah pementasan drama, tata panggung sangat berperan dalam memberikan gambaran tentang latar cerita. Tata panggung yang baik akan mampu menghadirkan nada dan suasana yang sesuai dengan tuntutan cerita.
d. Tata Busana atau Kostum
Tata busana berkaitan dengan tata rias dan busana yang dikenakan oleh pemain. Penata busana harus mampu memilih busana dan tata rias yang cocok dengan karakter tokoh.
e. Tata Musik
Ilustrasi musik berfungsi membangun suasana sehingga mampu menggiring penonton untuk menghayati cerita. Ilustrasi musik merupakan salah satu unsur yang menjadi tanggung jawab seorang penata suara.
f. Tata Lampu
Tata lampu yang baik dalam pementasan akan mampu menghadirkan suasana yang sesuai dengan nada cerita. Sorot lampu terang, gelap, atau remang-remang akan sangat membantu penonton dalam memahami dan menghayati isi cerita.
Tanggapan terhadap pementasan drama dapat berupa pendapat, kritik, dan saran. Pendapat  merupakan pernyataan dari kesan yang diperoleh setelah menyaksikan sebuah pementasan drama. Kritik adalah tanggapan berdasarkan kekurangan yang dijumpai dalam setiap unsur pementasan. Adapun saran adalah usulan atau nasihat yang diberikan demi memperbaiki kekurangan yang terjadi dalam pementasan. Tanggapan hendaknya disampaikan berdasarkan pada catatan-catatan yang ditulis selama pementasan berlangsung disertai alasan yang logis.
Perhatikan contoh tanggapan berupa pendapat, kritik, dan saran berikut ini!
Pendapat : Naskah yang dipentaskan dalam drama tersebut sangat menarik dan sesuai dengan situasi yang terjadi saat ini.
Kritik : Pemeran tokoh antagonis dalam pementasan drama tersebut kelihatan kurang menghayati perannya. Gayanya masih terlalu kaku dan ekspresinya datar.
Saran : Sebaiknya penata busana mempelajari cara berpakaian pada zaman itu sehingga dapat menentukan kostum pemain dengan tepat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar